19desain-architecture interior and landscape

Home
19Design " Interior - Architecture - Design-Landscape"
Jan 31, 2008
Giving advice and problem solving toward Interior, Architecture and landscape design "Let's Make Harmony for a Better Future"

 
Contact us:
Samsul Hadi Wibowo
e-mail : samsulsekawan@gmail.com
phone : +62.8563321326
Aji Prarismawan
e-mail : g_bond78@yahoo.com
phone : +62.8155527136
Add: Keputih II/27 B Surabaya 60111

Posted by 19 on Jul 30, '08 4:15 PM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
3 D interior-landscape-architecture yang telah dikerjakan

Posted by 19 on Mar 5, '08 3:08 PM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Sketsa tentang penggalian ide,konsep dan kreatifitas

Posted by 19 on Mar 5, '08 2:45 PM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Foto-foto dokumentasi proyek yang telah dikerjakan

Posted by 19 on Jan 31, '08 8:19 AM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
19desain company profile's

Posted by 19 on Jan 31, '08 6:54 AM for everyone
19Desain membantu menerjemahkan pemikiran serta keinginan owner dipadu dengan ide - ide dan konsep arsitektural kami melalui visualisasi. Baik berupa sketching sebagai proses awal dari kreatifitas dan presentasi secara 3D untuk memberikan hasil yang terbaik. Memberikan kalkulasi biaya terhadap suatu hasil desain, penyusunan jadwal pekerjaan dan memberikan pengawasan secara terpadu dan berkala serta memberikan masukan - masukan yang berkaitan dengan desain selama proses pengerjaan.

Posted by 19 on Jan 31, '08 6:44 AM for everyone
"...arsitektur tidak hanya bisa dinikmati dengan melihat, melainkan dapat dirasakan dengan seluruh indera yang dimiliki manusia, terutama pada kemampuan menyentuh dengan seluruh tubuh (haptic sense)." (Body, Memory and Architecture-Charles Moore dan Kent C. Bloomer)

Pengalaman inderawi itulah yang ingin kami hadirkan.
Sembilanbelas Desain menggabungkan ide-ide, kreatifitas dan konsep yang dimiliki dengan keinginan dari pemilik (owner). Desain yang dihasilkan adalah desain yang berkarakter, memberikan sebuah pengalaman inderawi baru dan dapat dipertanggungjawabkan (responsible).

Posted by 19 on Jan 31, '08 6:02 AM for everyone
"Arsitektur berarti menciptakan ruang dengan cara yang benar-benar direncanakan dan dipikirkan. Pembaharuan arsitektur yang terus menerus sebenarnya berakar dari pengubahan konsep-konsep ruang, yang sejalan dengan perkembangan budaya, problematika sosial dan ilmu pengetahuan." (Louis I Kahn,1957)

Penciptaan ruang dengan cara yang benar-benar direncanakan dan dipikirkan serta berkonsep menjadi ciri kami. Sembilanbelas Desain akan memberikan bantuan jasa konsultasi dan desain obyek arsitektur. Keahlian yang dipunya adalah memberikan solusi bagi sebuah karya arsitektur dan interior yang berciri khas, memecahkan problematika yang dihadapi berdasarkan kaidah-kaidah etika dan estetika
.

Posted by 19 on Aug 20, '06 7:47 PM for everyone

Informasi umum ini ditujukan untuk para Klien kami yang jarang berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan bidang arsitektur dan konstruksi. Tulisan ini memberi gambaran bagaimana kami melakukan jasa arsitektur.
Jika Anda menghendaki informasi lebih detail, silakan bisa melalui email kami di
g_bond78@yahoo.com , gbond78@gmail.com atau di samsulsekawan@gmail.com

A. Tujuan:
"Informasi" antara klien dan Arsitek sering terlihat sebagai manajemen penting untuk mengamankan biaya dan waktu dalam membangun. Informasi dan komunikasi akan menghindarkan salah pengertian dalam proses-proses yang ada. Kami berharap lembar informasi ini dapat berguna agar pengerjaan proyek lebih efisien.

B. Proses:
Berikut kami sajikan tahapan-tahapan dalam proses pengerjaan desain arsitekturalnya.

TAHAP I:Desain Skematik
Tahap ini merupakan penggalian dan eksplorasi "ide" arsitektural dan lay-out ruangan. Arsitek akan menggali semua keinginan klien dan mengadakan diskusi, memberikan masukan (advis) untuk memaksimalkan hasil rancangan.

TAHAP II:Pra-Rancangan
Tahap ini mengasilkan gambar-gambar awal untuk mendapatkan IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Proses pengurusan IMB biasanya memakan waktu cukup lama  (bisa mencapai dua atau tiga bulan). Hasil desain dalam proses ini merupakan konfirmasi utama dari klien (desain yang sudah matang) serta tidak dapat diubah secara drastis (jikalau terjadi perubahan, maka perubahannyapun tidak banyak atau mendasar).

TAHAP III:Pengembangan Rancangan
Menghasilkan gambar-gambar yang lebih detail mengikuti desain tahap pra-rancangan. Perlu kami sampaikan bila kita banyak melakukan perubahan dari gambar IMB, maka kita harus mengajukan IMB lagi.

TAHAP IV:Gambar Kerja
Tahap ini menghasilkan desain detail konstruksi yang diperlukan pelaksana dalam membangun proyek tersebut. Gambar-gambar ini biasanya melingkupi detail-detail penting. Kontraktor Pelaksana biasanya menyediakan SHOP DRAWING (terutama item - item khusus, seperti : fabrikasi baja, fabrikasi khusus, fabrikasi pintu dan jendela, posisi
lubang M/E dan jalur-jalurnya,dll).SHOP DRAWING diajukan kepada arsitek,yang kemudian mengkoordinasikannya dengan tenaga ahli mekanikal dan elektrikal (jika diperlukan) sebelum pelaksana membangun atau melaksanakan hal ini.

TAHAP IVa:Rencana Anggaran Biaya (RAB)
RAB adalah perkiraan biaya “kasar” (dihitung berdasarkan biaya per pekerjaan dengan toleransi kesalahannya 15% - 20%). Arsitek tidak menghitung berapa banyak baut dan mur, dan lain-lain, yang dipakai dalam proyek,karena hal tersebut nantinya akan dihitung oleh pelaksana.

TAHAP IVb:Rencana Kerja dan Syarat-syarat/Spesifikasi Teknis (RKS)
Rencana Kerja dan Syarat-syarat adalah Dokumen Spesifikasi Teknis, dokumen tertulis tentang tata cara penawaran, standar kualitas dan bagaimana menawarkannya kepada pelaksana.

C a t a t a n:
Standar Kualitas di Indonesia sangat lemah dan sering berbeda-beda di tiap wilayah

TAHAP V:Tahap Penawaran
Menyiapkan dokumen tender untuk pelaksana (jika diperlukan) kemudian melakukan penawaran di pertemuan"Aanwijzing".Kemudian,Arsitek juga akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang hal-hal yang mungkin akan terjadi selama pelaksana melaksanakan proyek.

TAHAP VI:Inspeksi Lapangan Periodik
Akan selalu ada hal-hal khusus di lapangan selama proses konstruksi. Merupakan hal normal bahwa akan ada penyesuaian,klarifikasi, penambahan atau pengurangan di lapangan yang mesti dilakukan oleh Arsitek.Tujuan Tahap Inspeksi Lapangan Periodik ini memastikan bahwa konstruksi proyek ini sesuai dengan kehendak desain.

Catatan 1:
Petugas inspeksi lapangan mengecek apakah konstruksi sudah mengikuti kehendak desain. Hal ini tidak termasuk
pada "bagaimana" membangunnya, karena “bagaimana proyek dibangun" adalah urusan/bidang keahlian pelaksana.

Catatan 2:
Biasanya inspeksi dilakukan pada waktu-waktu strategis/penting di masa konstruksi ( misalnya: saat memancangkan bangunan, sebelum mengecor pondasi,sebelum membangun struktur utama, sebelum memplester tembok, sebelum menutup atap, dan sebagainya).

Untuk proyek rumah, biasanya dilakukan 12 kali inspeksi dan 2 kali inspeksi walk-through pada saat sebuah tahap pembangunan selesai dan juga saat keseluruhan proyek telah selesai.Jika klien menginginkan pengecekan lebih atau seumpama proyek tersebut membutuhkan lebih dari 12 kali inspeksi, maka biasanya akan dikenakan biaya penggantian (reimburse). Sering pula, bila dibutuhkan, Resident Architect ditempatkan di lapangan berdasarkan perjanjian tambahan.

Catatan 3:
Jasa Desain Arsitektur biasanya termasuk pekerjaan-pekerjaan arsitektur dan engineering agar dapat dibangun oleh pelaksana. Kontrak akan menetapkan apa "yang termasuk” dan “yang tidak termasuk” dalam lingkup pekerjaan. Pada beberapa proyek sering dibagi menjadi pekerjaan-pekerjaan terpisah kepada konsultan-konsultan spesialis. Untuk proyek rumah tinggal atau grup perumahan, kami lebih menyukai pengerjaan desain sebagai suatu paket (termasuk perencanaan tapak,arsitektur,site engineering,pekerjaan struktur,interior,dan desain lansekap/taman).

C. Apa yang kami perlukan dari Klien
Agar efisien,untuk memulai proyek,klien akan menyediakan untuk tim arsitek perencana berupa:
a. Program Desain berisi tentang apa yang klien ingin bangun (kerangka acuan/TOR : Term Of Reference), maksud proyek, filosofi, fungsi-fungsi,kebutuhan ruang, citra, gaya, ketinggian bangunan, kualitas, dan sebagainya. Jika ini tidak tersedia, kami dapat membantu klien mengadakan program ini.
b. Peta Survey Lapangan berupa informasi topografi, informasi perencanaan,pengembangan jalan, data tanah, data air, foto-foto eksisting, dan sebagainya.
c. Advise Planning atau informasi yang berasal dari pemerintah seperti dari Dinas Tata Kota, Dinas Bangunan, dan sebaginya.
d. Data-data terkait lainnya, misalnya: rencana tahapan investasi,kendala keuangan,rekomendasi kelayakan pasar dan lain-lain
e. Memberikan kepada tim arsitek perencana akses untuk meninjau langsung ke lapangan.

D. Catatan tentang Pertemuan Desain:
Sesi Desain dilakukan melalui pertemuan dengan klien secara efisien. Jumlah pertemuan bervariasi, tergantung pada jenis proyek. Sebaiknya jumlah pertemuan ditetapkan agar dapat menjadi acuan untuk menghitung biaya (biasanya dihitung berdasarkan billingrate perjam). Sebagai contoh,untuk desain rumah tinggal,biasanya dilakukan 1 pertemuan orientasi, 2-4 pertemuan skematik, 2 peninjauan lapangan, 3-5pertemuan prarancangan, 2-4pertemuan pengembangan rancangan, 2-4pertemuan gambar kerja. Total = 12-20 pertemuan. Pertemuan-pertemuan dengan konsultan khusus lain (khususnya Master/Site Planner, Structural Engineer Mechanical/Electrical Engineer, Arsitek Interior, Arsitek Lansekap dan lain-lain) biasanya dikoordinasikan di pertemuan-pertemuan tersebut. Koordinasi dengan klien tentang desain banyak dilakukan melalui telepon, email,dan internet chatting.

E. Apakah“ChangeOrder/CO=PerubahanPekerjaan”
1. CHANGE ORDERS (C.O.)= Perubahan pekerjaan biasa terjadi dalam tahap konstruksi. Klien sebaiknya memimalkan C.O ini. Waktu/Kapan suatu perubahan diputuskan sangatlah penting mengingat setiap Tahap Desain menentukan keputusan apakah dapat melanjutkan ke tahap berikutnya atau tidak.
Sebagai contoh,jika Tahap Pengembangan Rancangan disetujui, maka Tahap Gambar Kerja akan dimulai. Jadi,jika kita berencana menghemat biaya Change Order, maka sebaiknya kita meminimalkan perubahan lay-out selama Gambar Kerja dikerjakan (Sebab hal ini berarti, biaya Gambar Kerja yang tak terpakai tetap akan dikenakan ke Klien).

2. Manajemen Change Order (C.O.)
Perubahan pekerjaan (CO) harus dilakukan dalam suatu prosedur sistematis. C.O. harus dikomunikasikan antara Arsitek dan Klien pada waktunya. C.O. tidak dikomunikasikan melalui drafter atau mandor atau secara lisan di lapangan.
C.O. disampaikan secara tertulis dengan mencantumkan tanggal dan disampaikan kepada pihak yang tepat untuk
urusan tersebut. Pemberitahuan harus muncul dan disampaikan oleh orang yang berwenang. Hal ini dapat mencegah kesalahpahaman (yang sering terjadi) akibat beragam keinginan dari beragam pembuat keputusan yang sering membingungkan arsitek, konsultan lain, pelaksana, dan bahkan Klien.

3. Perubahan Pekerjaan (C.O.) yang signifikan akan dikenai biaya penggantian (reimburse) dan Billing Rate yang sesuai. Dalam kasus perubahan yang sangat drastis, maka akan diberlakukan Tambahan (Addendum) Kontrak.

F. Aturan-aturan Umum dalam hal Struktur Biaya(Praktek yang Umum Dilakukan):
1. Ongkos Pekerjaan Arsitektur didasarkan pada struktur tarif di proyek-proyek lain yang telah kami kerjakan.
2. Perhitungan Ongkos ini, baik billing rate ataupun persentase, hanya merupakan “METODE KOMPENSASI” dalam tahapan desain.
3. Bentuk pembiayaan berdasarkan Metode Persentase didasarkan pada “Biaya Konstruksi Normal” di rate lokal yang berlaku. Dengan demikian,bila klien mendapatkan diskon khusus dalam hal material atau bahkan menggunakan material bekas atau bahkan tidak ada biaya untuk material tersebut, maka perhitungan Ongkos Arsitektur tetap berdasarkan biaya bangunan standar.
4. Jika klien memutuskan untuk menyewa Arsitek Interior atau Arsitek Lansekap, Persentase Ongkos untuk “biaya konstruksi” yang menjadi acuan Ongkos Arsitektur tetap berdasarkan biaya bangunan standar secara keseluruhan.
5. Untuk menyederhanakan perhitungan ongkos bagi Klien dan arsitek perencana kami menggunakan “Metode Ongkos Lump Sum” yang dihitung berdasarkan Program Desain Proyek dari Klien. Jika klien mengurangi program desain setelah lingkup pekerjaan awal dilakukan maka klien tetap akan tetap dikenai kompensasi atas jasa yang telah dilakukan arsitek perencana.
6. Jasa Arsitektur mencakup semua gambar dan dokumen bangunan yang memungkinkan kontraktor untuk membangunnya. Ini juga termasuk produksi Perhitungan Struktur dan M/E dan dokumen-dokumen spesifik.
7. Pekerjaan Standar untuk Interior dan Lansekap juga dilampirkan untuk memperjelas dan menggambarkan pekerjaan yang perlu dilakukan.Klien sering menyewa beberapa konsultan spesial (Konsultan Arsitektur, Konsultan Interior, Konsultan Lansekap) secara terpisah, namun untuk proyek rumah, kami lebih menyukai mengerjakan proyek tersebut sebagai suatu paket pekerjaan yang utuh: arsitektur, interior, dan lansekap.

G. CaraPembayaran:
1. Tim Arsitek Perencana biasanya tidak memulai pekerjaan tanpa adanya MOU atau semacamnya, atau sebuah kontrak, atau Surat Perintah Kerja, yang menetapkan lingkup pekerjaan dasar, stuktur ongkos dan informasi minimal untuk melaksanakan proyek secara efisien.
a. Tim Arsitek Perencana akan melaksanakan pekerjaan dalam tahap-tahap. Pembayaran untuk tahap yang sedang berlangsung harus dibayarkan sebelum arsitek memulai tahap selanjutnya.
b. Arsitek akan menghentikan pekerjaan bilamana pembayaran terlambat lebih dari sebulan.
c. Hanya item yang dipertanyakan yang bisa ditahan pembayarannya.

2. Jika Klien menghentikan pekerjaan atau tidak melanjutkan proyek dengan alasan tertentu, maka Arsitek harus diberitahu secara tertulis. Sesuai Aturan standar yang ditetapkan maka Klien harus mengganti “Ongkos Penghentian Pekerjaan” sebesar 10% (sepuluh persen) dari Ongkos Arsitektur kepada Arsitek Perencana. Semua Ongkos untuk pekerjaan yang telah yang telah dikerjakan juga dibayar oleh Klien.


Posted by 19 on Jul 22, '06 7:46 PM for everyone
Beban kerja yang demikian besar seringkali memaksa kita membawa pekerjaan kantor untuk diselesaikan di rumah. Atau bagi mereka yang bekerja mandiri di rumah, tentu memerlukan sebuah ruang kerja. Agar pekerjaan di rumah menjadi kegiatan menyenangkan, tidak salah jika kita menyediakan sebuah ruang khusus untuk bekerja. Tidak jarang kita akan menghabiskan banyak waktu di ruang kerja tersebut. Untuk itu pastikan bahwa desainnya sudah tepat. Berikut beberapa tip untuk mendesain sebuah ruang kerja menjadi ruang yang nyaman dan menyenangkan.
1. Langkah pertama adalah memilih bentuk ruang. Pilihlah ruangan yang cukup luas dan tersedia fasilitas pendukung seperti sambungan listrik dan telepon serta memiliki penghawaan (jendela dan lubang
angin) yang baik.
2. Perhatikan anggaran biaya bila budget cukup besar, anda bisa membuat loteng, merancang ulang garasi atau membuat ruang tambahan untk dijadikan ruang kerja. Namun jika anggara terbatas, gunakan saja ruang yang sudah ada.
3. Bila anda lebih sering berada di ruang kerja, sebaiknya buat ruang khusus  yang terpisah dari ruang-ruang lainnya. Hal ini untuk meminimalkan gangguan yang mungkin ditimbulkan dari perkerjaan rumah tangga sehari-hari, suara televisi atau anggota keluarga lain.
4. Buat perencanaa yang matang untuk mneyusun parabot dan peralatan ruang kerja dengan menggambar layout.
5. Pilih furniture yang nyaman dari segi ukuran serta keawetannya sehingga anda bisa menikmati saat bekerja dan menghindari terjadinya sakit, luka atau stress yang diakibatkan ketidaknyaman bentuk furniture.
6. Pilihlah warna ruangan yang bisa mempengaruhi semangat serta mendatangkan inspirasi pada saat anda bekerja. Bisa memilih warna yang lebih terang untuk langit-langit ruang. Sedangkan dinding bisa memilih warna yang bersahabat dan cenderung berkesan energik seperti merah, oranye atau kuning. Berkesan klasik, berwibawa dan canggih untuk warna biru dan indigo. Sedangkan merah bata dan kuning pisang bisa membangkitkan kreativitas. Sesuaikan warna dengan karakter anda.
7. Pilihan warna untuk ruang kerja sebaiknya menggunakan warna netral dan tidak terlalu tua seperti biru tropis, warna gading (ivory) maupun salem. Warna yang cenderung terang menimbulkan kesan silau sehingga bisa mempengaruhi konsentrasi kerja anda.
8. Berikan sentuha pribadi pada semua barang pada ruang kerja. Bisa berupa benda-benda favori seperti foto, benda seni, tanaman maupun musik sehingga dapat menambah semangat dan merangsang kreativitas anda.
9. Bila masih ada cukup ruang tambahkan sofa atau kursi baca. Perabot ini sangat berguna pada saat anda membutuhkan perubahan suasana.

Posted by 19 on Jul 22, '06 7:40 PM for everyone
Kamar mandi sekarang ini bukan hanya menjadi tempat membersihkan diri. Namun mulai berkembang menjadi ruang untuk menikmati waktu pribadi dan melepas kepenatan setelah beraktivitas seharian. Hal ini menjadikan kamar mandi perlu mendapat sentuhan penataan yang baik agar terasa lebih nyaman. Mulai dari pemilihan material hingga penataan perabot. Berikut beberapa tip agar membuat kamar mandi menjadi lebih nyaman.
1. Buatlah sebuah ide dan konsep tentang desain kamar mandi. Hal ini bisa dilakukan dengan melihat referensi dari majalah, internet maupun media-media lainnya.
2. Ukuran kamar mandi kering minimal 1,5 m x 1,5 m namun hal ini masih tergantung dari perangkat yang akan dimasukkan dalam kamar mandi. Semakin banyak dan besar ukuran perangkat sanitair yang akan dipakai tentu makin besar pula kebutuhan ruangnya. Misal jika ingin menggunakan bathup, setidaknya ukuran kamar mandi tidak kurang dari 2 m x 2 m.
3. Buatlah dafta
r I need dan I want, kemudian komposisikan antara kebutuhan dan keinginan anda tersebut.
4. Supaya hasilnya lebih maksimal, cari bantuan profesional (arsitek atau desainer interior) bila ingin menambah kamar mandi baru atau memperluas kamar mandi yang sudah ada.
5. Sediakan anggaran yang anda butuhkan untuk mewujudkan kamar mandi idaman, tentunya disesuaikan dengan kemampuan.
6. Pilihlah sanitair kamar mandi (wastafel, bak mandi dan kloset) dengan kualitas baik sehingga bisa tahan utnuk pemakaian jangka panjang.
7. Semua elemen pendukung, warna dinding, handuk, karpet, gambar dan aksesori disesuaikan dengan konsep yang sudah dipilih sehingga terlihat menyatu.
8. Untuk membangkitkan semangat, pilihlah benda seni yang dapat dinikmati ketika menghabiskan waktu cukup lama di kamar mandi.
9. Tambahkan detail sederhana, seperti rak panjang di salah satu dinding yang bisa dipergunakan untuk memajang koleksi benda-benda kecil seperti botol parfum.


Posted by 19 on Jul 22, '06 7:38 PM for everyone
Istilah foyer sendiri diartikan sebagai serambi atau tempat menunggu. Bisa dikatakan juga bahwa foyer ini adalah ruang penerima sebelum memasuki ruang lain (misalnya ruang tamu). Berikut kami sajikan beberapa tip yang bisa dijadikan panduan untuk menciptakan foyer yang menawan.
1. Tempatkan foyer sesudah pintu utama rumah.
2. Penempatan perabot bisa persis di depan pintu masuk atau di samping pintu, tergantung bentuk ruangan.
3. Bila ruangan cukup besar, beri batasan untuk memisahkan foyer dan ruangan berikutnya dengan lemari, partisi atau rak pajangan. Bisa juga berupa perbedaan motif atau ketinggian lantai.
4. Ciptakan ruang yang berkesan menyambut tamu. Inilah ruang pertama yang dimasuki tamu. Buatlah foyer menjadi first impression tamu terhadap rumah kita.
5. Jangan letakkan terlalu banyak perabot di foyer, cukup perpaduan sekitar 2 atau 3 perabot saja. Contoh perpaduan itu , credenza dan lukisan atau meja konsol dan cermin atau meja konsol, lukisan dan cermin, bila jumlah sisi dinding memungkinkan. Bila foyer cukup luas bisa ditabahkan perabot lain seperti meja dan kursi.
6. Pilih perabot pada foyer dengan gaya yang sesuai dengan gaya keseluruhan rumah.
7. Tambahkan aksesori untuk menghidupkan foyer seperti foto-foto dalam bingkai, lampu duduk, patung dan tanaman.
8. Foyer yang berfungsi sebagai ruang persiapan tamu sebelum bertemu pemilik rumah, bisa ditambahkan tempat sepatu, tempat menggantung jaket atau tempat payung.

Posted by 19 on Jul 22, '06 7:34 PM for everyone
Sesuai nama dan fungsinya, kamar tidur utama adalah bagian dari rumah yang perlu mendapat perhatian lebih. Di kamar inilah pemilik (baik yang masih sendiri maupun suami istri) menghabiskan waktu paling banyak. Sehingga dengan banyaknya waktu yang dihabiskan di ruang ini maka perlu sebuah trik untuk menyiasati kebosanan yang terkadang muncul. Berikut beberapa tip yang bisa dipergunakan untuk menata kamar tidur utama.
1. Kamar tidur utama merupakan tempat pribadi. Fungsi utamanya adalah tempat untuk beristirahat, karena itu titik tolak perancangan maupun penataannya sebaiknya disesuaikan dengan  kepribadian dan kebutuhan dari pemiliknya.
2. Karena tempat tidur merupakan perabot utama yang dominan dalam ruangan maka pemilihan ukuran tempat tidur memegang peran yang cukup penting. Perhatikan proporsi antara tempat tidur dan luasan ruang. Hal ini dimaksudkan agar kesan keintiman dalam kamar tidur tetap terjaga.
3. Hampir 1/3 waktu kita dalam sehari digunakan di dalam tempat tidur. Karena itu pilihlah matras yang baik dan berkualitas, supaya kesehatan fisik dan mental tetap terjaga.
4. Perhatikan kesehatan kamar tidur terutama kualitas udara dalam ruang. Sediakan bukaan dan ventilasi yang mencukupi supaya aliran udara dalam ruang lancar dan sinar matahari bisa masuk. Jangan lupa membuka pintu atau jendela terutama pada pagi hari agar udara dalam ruang bisa bertukar dengan udara luar yang lebih bersih dan segar.
5. Supaya suasana kamar tidur terasa nyaman, pilihlah warna-warna sejuk seperti hijau, biru maupun warna-warna pastel. Jika menyukai warna-warna terang atau berani, seperti merah guanakan sebagai aksen saja supaya atmosfer ketenangan dalam kamar tidut tetap terjaga.
6. Atur lighting dalam kamar tidur untuk membentuk mood ruangan. Gunakan general lighting untuk menerangi seluruh aktivitas dalam kamar dan task lamp untuk kegiatan yang lebih spesifik seperti tidur atau membaca. 

Posted by 19 on Jul 22, '06 7:25 PM for everyone
Menjaga dapur agar tetap bersih dan indah memang bukan pekerjaan mudah. Hai ini karena di area ini dipergunakan untuk aktivitas memasak yang seringkali menghasilkan berbagai macam sampah. Semaikin tinggi aktivitas dapur tersebut semakin tinggi pula samapah yang dihasilkan. Berikut ini kami sajikan beberapa tip yang bisa membantu anda untuk memiliki dapur yang indah.
1. Sesuakanlah konsep dapur dengan konsep utama dari interior rumah. Hal ini harus direncanakan sejak awal dan hendaknya sesuai dengan kepribadian anda.
2. Sesuaikan kebutuhan dengan luasan dapur yang akan ditata agar dapat mewadahi semua aktivitas dan perabotan memasak yang dipunya.
3. Sesuaikan ketinggian meja, bak cuci dan lemari penyimpanan agar mudah dijangkau.
4. Sebaiknya pemilihan letak dapur berada di area yang mendapat pencahayaan sinar matahari dan penghawaan langsung. Karena sinar matahari dan penghawaan langsung (alami) dapat membunuh bakteri serta menghindari adanya tikus dan kecoa. Sedangkan ventilasi yang baik untuk menghindari keracunan dan bahaya akibat gas yang bocor serta asap kompor. Jika terletak di tengah ruangan gunakan cooker hood untuk mengalirkan udara.
5. Pilihlah meterial yang tahan api dan panas untuk perabot di sekitar kompor, seperti marmer, granit, keramik maupun stainless steel.
6. Hindari pemakaian asbes untuk plafon. Bisa memilih material lain seperti gipsum atau kayu.
7. Dinding dan langit-langit (plafon) dapur sebaiknya decat dengan cat berbahan dsar air bukan minyak.
8. Jika finishing dapur menggunakan vernis, angin-anginkan selama beberapa hari sebelum dapur digunakan untuk menghilangkan bau yang ditimbulkan.
9. Jangan meletakkan benda-benda yagn mudah terbakar (kain lap, kertas pembungkus dan lain-lain) di dekat area memasak (kompor). Simpanlah di tempat yang agak jauh atau masukkan ke dalam lemari penyimpanan.
10.Sediakan alat pemadam api atau karung goni basah untuk berjaga-jaga seandainya terjadi kebakaran. 

Posted by 19 on Jul 22, '06 7:20 PM for everyone
Tangga merupakan sebuah alat penghubung vertikal. Dalam merencanakan tangga yang nyaman perlu diperhatikan beberapa faktor diantaranya desain, meterial yang digunakan serta beban dari tangga tersebut. Untuk memberikan rasa nyaman dalam mempergunakan tangga ada beberapa elemen penting yang harus diperhatikan misalnya kemiringan, pagar tangga (balustrade), meterial yang anti slip (tidak licin), tinggi serta ukuran anak tangga. Agar pemilihan tangga sesuai, ada baiknya memperhatikan beberapa hal berikut ini:
1. Sesuaikan bentuk dan gaya tangga dengan konsep rumah  secara keseluruhan, sehingga tidak terjadi ketimpangan antara tangga dan konsep rumah.
2. Perlunya memperhitungkan kemiringan, beban, pencahayaan serta faktor estetika dalam mendesain sebuah tangga.
3. Pilihlah area yang tepat untuk menempatkan konstruksi utama dari tangga.
4. Pilihlah bahan yang cocok dengan kebutuhan tangga seperti besi, baja, kaca, kayu atau bahan lainnya.
5. Percantik area sekita tangga dengan elemen dekoratif seperti permainan warna, lukisan, bingkai foto dan lain-lain. 

Posted by 19 on Jul 22, '06 7:09 PM for everyone
Furniture merupakan salah satu kelengkapan penting suatu bangunan. Desain interior yang baik, termasuk di dalamnya pemilihan furniture akan memberikan nilai tambah bagi sebuah karya arsitektur. Berikut ini beberapa tips dalam memilih furniture.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan survey kecil-kecilan pada ruang dalam rumah yang akan diisi dengan furniture. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya warna dinding, luas ruang, tinggi plafon, aksesoris ruang serta hal-hal lainnya yang menyangkut tema yang dipilih, misalnya tema klasik, mediterania, minimalis atau tradisional dan sebagainya. Hal ini untuk menciptakan keselarasan (harmonisasi).

Langkah kedua adalah menyesuaikan furniture dengan kebutuhan, fungsi dan luasan ruangnya. Untuk ruangan yang memiliki luasan cukup besar bisa lebih enak dalam memilih furniture. Tapi perlu diingat bahwa ruangan besar tidak berarti bisa seenaknya meletakkan dan memilih furniture. Perlu konsisten terhadap tema yang dipilih sejak awal. Untuk ruang yang sempit (misal 3 m x 3 m ) bisa mempergunakan furniture yang terkesan ringan dan kecil. Furniture kecil bisa memberikan efek kelegaan pada ruangan tersebut. Sedangkan furniture yang berkesan ringan memiliki arti bahwa furniture tersebut memiliki bentuk yang sederhana, tidak terlalu banyak bentuk-bentuk ukiran dan pernak pernik lain. Ruang kecil juga dapat terkesan besar bila jumlah furniture sedikit dan terdapat obyek dinding yang cukup besar (disini maksud saya bisa merupakan lukisan atau foto yang memenuhi salah satu dinding).

Langkah ketiga adalah menentukan warna furniture. Furniture bisa dipadu-padankan dengan warna dinding. Dalam memilih warna perabot adalah dapat menggunakan dua cara, yaitu memilih warna yang senada dengan dinding (laras) atau berlawanan dengan warna dinding (kontras). Berikut ini dua contoh penyelesaian interior dengan mempergunakan 2 furniture dengan warna selaras dan kontras.
                        
Untuk pemilihan tema dapat disesuaikan dengan karakter diri dan keluarga Anda. Sebuah tema mencerminkan kepribadian pemiliknya dan penataannya pun haruslah konsisten. 

Posted by 19 on Jun 10, '06 6:04 PM for everyone
Saat kita dihadapkan memilih warna mana yang sesuai untuk sebuah ruangan, seringkali menemui kesulitan. Karena bukan saja puluhan bahkan ratusan warna untuk dijadikan pilihan. Berikut beberapa tip singkat yang akan membantu dalam menentukan warna cat.
1. Pilihlah warna yang menjadi favorit anda.
2. Pilihlah warna sesuai kebutuhan dan fungsi masing-masing ruang.
3. Sebelum memilih, sebaiknya perhatikan jenis dan sifat meterial yang akan diberi cat.
4. Untuk anda yang aktif, dapat memilih warna yang lembut seperti warna yang dingin gradasi hijau dan biru.
5. Sedangkan untuk anda yang kurang aktif (pasif) bisa memakai warna-warna yang berkesan hangat seperti gradasi kuning, oranye, merah, peach dan pastel sehingga mampu untuk menstimulasi semangat beraktivitas.
6. Bagi penghuni yang memiliki anggota keluarga yang sakit dapat memanfaatkan terapi warna dengan memilih gradasi warna kuning muda dan lembut.
7. Hindarkan pemakaian warna masif (block) atau gelap, seperti hitam, biru tua atau hijau tua. Karena membuat ruang terkesan menekan dan dapat memicu depresi penghuni rumah. 

Posted by 19 on Jul 20, '05 8:28 PM for everyone
Desain rumah terutama di kawasan perumahan seringkali dilengkapi dengan carport. Keterbatasan lahan memang menjadikan carport menjadi alternatif yang efisien bila dibandingkan garasi. Carport sebagai sarana untuk memarkir kendaraan terutama mobil sesuai dengan fungsinya memang tidak dilengkapi atap dengan lantai yang menggunakan bahan bertekstur kasar bermotif standar. Namun dalam perkembangannya, seringkali pemilik rumah menambah atap dan mengganti lantainya dengan warna dan tekstur yang lebih sesuai selera. Tip berikut bisa dijadikan acuan bagi anda yang ingin membuat carpot agar tampak lebih indah.
1. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah kemana buangan air bekas mengalir. Carport biasanya dipakai untuk kegiatan mencuci selain memarkir mobil maka sebaiknya memiliki kemiringan sekitar 3% (1,35 derajat). Lebih baik bila dilengkapi selokan dengan kemiringan yang sama.
2. Buat tali air sebagai tempat untuk mengalirnya air. Desain carport biasanya memiliki pola tertentu, garis-garis pada pola tersebut bisa dibuat sebagai tali air dengan kedalaman sekitar 2 cm.
3. Antara pagar rumah dan jalan bisa dihubungkan dengan ramp yang  memiliki kemiringan tertentu. Ramp ini dapat difungsikan seperti jembatan yang menutupi sebagian saluran. Karena itu kemiringannya perlu diperhatikan agar air tetap bisa mengalir. Pada ramp ini bisa juga dibuatkan pola-pola tertenti yang berfungsi pula sebagai tali air. Sebaiknya tali air juga dibuat pada pertemuan antara ujung ramp dengan jalan, agar air buangan tidak menggenangi jalan.
4. Gunakan material bertekstur kasar agar tidak licin dan mencegah slip. Selain membahayakan penghuni, lantai yang licin (slippery) juga kurang baik untuk mobil. Material yang digunakan bisa berupa batu tempel, batu sikat, koral sikat maupun keramik bertekstur kasar yang non-slippery, asal tetap memperhatikan buangan air (tali airnya).
5. Hindarkan penggunaan meterial yang membuat air tergenang, seperti batu alam yang mempunyai ceruk dalam sehingga air sulit mengalir.
6. Ramp tidak boleh melebihi jalan. Kadang sering dijumpai ramp carport yang melebihi ketentuan (sampai ke badan jalan).
7. Atap carport bisa dibuat tidak terlalu tinggi sehingga tidak melebihi atap lantai satu. Hal ini untuk menjaga keserasian lingkungan serta keindahan siluet bangunan.
8. Selama bangunan carport tersebut semi permanen (hanya terdiri tiang dan atap), meskipun terbuat dari meterial keras seperti beton, masih boleh melebihi batas GSB. Lebih baik jika memilih meterial yang ringan seperti rangka kayu ataupun besi.   

© 2009 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Contact · Help